Art is My Blood

Archive for April, 2008

Hari ini dia tidak tersenyum

Entah kenapa,

seribu kali aku panggil namanya

tapi tak jua ada sahutan

di ujung malam terdengar sahutan

Oh Tuhan,

kenapa aku tidak melihat dia tersenyum


Permohonan

Tuhan, jika aku bertemu denganMu malam ini

ingin aku memelukMu dan menyentuh wajahMu

dan berbisik di telingaMu

“lepaskan aku dari penderitaan ini”

-


Fatamorgana

Sungguh aku tidak tahu apa yang telah terjadi dalam hidupku hari ini. Aku tidak pernah tahu. Semua rencana buyar sudah. Yang kulakukan hanya meratap dan mencucurkan air mata. Mencoba mengerti dan menerima apa yang terjadi.

Mungkin fatamorgana kehidupan telah guratkan warna-warni hidupku. Jika aku tidak pernah mengingat Sang Penciptaku, Fajar Harapanku, mungkin saja sesuatu akan terjadi hari ini.

Sungguh aku sudah letih….


Cinta…

Cinta…

Sudah lama kunanti ketulusanmu

Kekosongan selalu menghiasi hari-hariku

Tanpa dorongan kekuatan yang dinamakan

Cinta…

Kuharap kau selalu ada

Hingga ku tak sendiri lagi meratap kesepian

Mengulum keremangan malam kesendirian karena tidak ada

Cinta…

Kurasakan hadirmu malam ini

Kutatap warna warni menghias dinding kamarku

Karena kubias harapan dengan

Cinta…

Lekukanmu indah menari dalam gairah

Api sorgawi meyulut kebekuan hati

Kukerling pandangan untuk

Cinta…

Aku bersyukur memilikimu

Mengembara dalam aliran darahku

Menggelegar tak sadar hanya karena

Cinta…

Kuharap kau tidak berlari meninggalkanku

Terhenyak sendiri meratap tangisan

Sebatang kara menjelajah mencari yang namanya

Cinta…

Kau buat aku tak sendiri lagi

Dan kuharap inikan abadi

Hingga akhir hayatku aku hanya mengatakan

Cinta…



Kesaksian

Aku tulis kisah ini karena aku sedang mengagumi Tuhan. Aku percaya padaNya. Tapi setelah menyaksikan semua yang terjadi, aku tambah percaya lagi padaNya. Semua ada waktuNya, kata firmanNya di Pengkotbah 3 : 11a. Firman itu pernah diberikan oleh seorang gadis yang aku cintai dan pernah aku tempel di dinding kamar kosku selama 6 tahun di Bandung dulu.

Hari ini sebetulnya biasa aja. Aku tetap berkecamuk dengan persoalanku. Tapi betapa mujizat karyaNya. Dia berhasil mendorongku untuk menyelesaikan proposal itu tepat setelah gadis itu mengabarkanku untuk bertemu di Kemang.

Dia tahu kondisiku. Dia tahu persoalanku. Dia tahu usahaku. Dia tahu perjuanganku. Dia tahu air mataku. Dia tahu semuanya. Dia memang memiliku. Dia adalah Tuhan yang aku kasihi. Tuhan yang mengangkatku dari lembah kekelaman dan gelimang dosa. Semua tepat dan sesuai dengan kondisiku. Dia telah mengejutkan aku dengan karyaNya. Betapa dahsyatNya rajutan hidupku.

Aku tutup hari ini dengan sejuta senyuman. Betapa kini aku jatuh hati pada gadis itu. Tuhan, ijinkan aku menulis puisi terindah untuknya.


Casting

Jumat pagi agencyku mengsms bahwa ada casting untuk sebuah FTV di Stravision. Aku langsung tertarik, karena memang aku butuh peluang ini. Jam 3 aku berangkat ke PH itu. Orang-orang sudah ramai pada menunggu giliran di casting. Aku mendaftar dan diberikan dialog sebagai penjahat. Berulangkali aku dapat peran ini. Mungkin karena memang tampangku seperti penjahat.

Betapa terkejutnya aku. Setelah giliran casting. Aku mendapati bang Tono, co-director MD Entertainment yang mengcasting aku. Terjadilah langsung suasana akrab sesama pekerja film. Bukan apa-apa, aku pernah bekerja di MD Entertainment sebagai asisten sutradara, dan berkali-kali pula aku bertemu dengan bang Tono.

Bang Tono mentes aku sebagai peran penjahat. Terlihat dia puas. Buktinya dia menyuruh aku berganti peran sebagai Billy, seorang seniman yang hasil karyanya dibajak orang lain. Dengan cepat aku menghafal dialog yang disediakan. Bang Tono kembali mentes aku. Terlihat dia puas, dan akan mengontak aku kembali.

Aku turun ke lantai 1. Disana juga ada casting. Ternyata film layar lebar Love Story karya Mas Hannya R Saputra. Kebetulan pikirku, berhubung aku pernah mewawancara mas Hanny dalam sebuah tugas waktu aku masih sekolah film dulu. Aku sedikit kecewa ternyata Mas Hanny tidak datang. Hampir 3 jam aku menunggu hingga mendapat giliran casting. Ternyata di pintu casting tertulis yang dibutuhkan adalah peran bapak-bapak. Bukan karakter aku. Ternyata aku salah casting. Aku tidak mau mundur gitu saja. Aku langsung masuk dan ternyata aku dikasih adegan seorang bapak yang anaknya tenggelam di sungai! (lagi…)


Mohon Doa Restu

Secara pribadi saya mohon doa restu pada rekan-rekan semua untuk mengikuti Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya yang diselenggarakan yayasan Kelola dan lembaga Manajemen PPM. Kebetulan saya mendapat beasiswa untuk pendidikan setelah aplikasi yang saya ajukan lolos seleksi.

Yayasan Kelola adalah yayasan yang mengembangkan kesenian Indonesia. Yayasan ini bermitra kerja dengan Ford Foundation, Asian Cultural Council, Asia Link Centre, Hivos, dan Unesco-Aschberg Burssaries. Bapak Jabatin Bangun, sekjend Dewan Kesenian Jakarta juga pernah menjadi panel seleksi di yayasan ini. Websitenya www.kelolaarts.or.id

Hal ini akan semakin memotivasi saya untuk mempelajari manajemen organisasi budaya dan mengaplikasikannya pada kebudayaan Karo. Ilmu yang saya dapat nanti semoga dapat saya kembalikan untuk pengembangan kebudayaan Karo yang kita cintai.

Selain itu sehubungan dengan adanya pertunjukan Pawang Ternalem tanggal 25 Oktober ini, teori yang saya dapat bisa langsung saya praktekkan dalam memanajemen komunitas seni Teater aron nanti.

Terpilihnya saya karena pertimbangan panitia dalam pengembangan kebudayaan Karo. Saya ada disana memang karena Karo. Untuk itu sekali saya mohon doa restu dari rekan-rekan semua.


Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya

Kepada Yth:

Joey Adi Citra Bangun

Jl. Swadaya V no. 38

Cempaka Baru

Jakarta Pusat 10650

E: joeybangun@yahoo.com

Perihal: Lokakarya Manajemen Organisasi Budaya

Dengan hormat,

Terima kasih atas kesediaan Bapak/Ibu mengirimkan formulir pendaftaran dan biodata untuk seleksi beasiswa calon peserta pendidikan jangka pendek Seri: Manajemen Organisasi Budaya di Lembaga Manajemen PPM, pada tanggal 12 – 16 Mei 2008.

Berdasarkan hasil review oleh tim seleksi Kelola, bersama ini kami beritahukan dengan senang hati bahwa Bapak/Ibu telah diterima sebagai peserta pendidikan tersebut. (lagi…)


Seni adalah Hidup bukan Pilihan

Judul diatas adalah ungkapan hatiku. Saat aku terkadang ada dipersimpangan jalan, saat itulah kata-kata diatas kembali mengiang dalam sanubariku. Seni itu adalah hidupku bukan pilihanku.

Sampai sekarang aku tidak pernah berpikir akan menjadi seniman. Saatku kecil juga tidak. Sampai kapanpun aku tidak berharap untuk menjadi seniman. Karena seniman bukanlah pilihanku. Dia tidak pernah kupilih untuk menjadi profesiku. Namun sekarang dia tetap melekat dalam hidupku.

Sampai aku lulus SMA, aku tidak pernah mencita-citakan menjadi seniman. Bahkan aku bercita-cita untuk menjadi AKABRI. Lalu keinginanku untuk menjadi seorang insinyur elektro. Tapi kenapa seni terus melekat erat walau aku berusaha melepaskannya.

Baru aku sadar, kita tidak pernah apa yang akan terjadi esok. Tidak pernah terpikirkan olehku akan menjalani hidup seperti ini. Orang-orang disekelilingku kadang tidak mengerti mengapa aku memilih hidup seperti ini. Padahal dari dulu seni bukan pilihanku, entah kenapa dia ditakdirkan menjadi hidupku.

Tuhan, jika Engkau telah memateraikan jubah kesenian dalam hidupku. Buatlah ini menjadi penopang hidupku. Sadarkan aku dan orang sekelilingku kalau ini sudah menjadi hidupku. Sungguh aku tidak berharap semua kan terjadi.


Karo? Nanti Dulu!

Seseorang mendatangi saya ketika selesai pementasan drama Ginting Suka kemarin. Dia menawarkan saya untuk menangani drama baru di bulan Mei nanti. Langsung saja saya tolak. Bukan apa-apa, saya harus kembali ke film. Kalau hanya menangani drama di lingkungan Karo, kapan cita-cita dan obsesi saya bisa kesampaian.

 

Dia melihat saya masam. Dia merasa kecewa karena saya tolak. Tapi apa boleh buat. Itu merupakan planning saya tahun ini. Tiga bulan ini saya fokus dulu ke film baru bulan 7 kembali lagi ke teater untuk menggarap salah satu mahakarya saya Pawang Ternalem yang akan dipentaskan Oktober nanti.

 

Suka atau tidak suka. Ini merupakan rencana hidup saya. So, film… aku akan kembali padamu. Maaf, engkau kecewa karena aku meninggalkanmu selama ini.


Dibalik I Kayu Persilang

Bayangkan,

Beberapa jam sebelum pentas tiba-tiba hp saya berdering, dan pimpro drama Ginting Suka mengabarkan kalau salah seorang pemain mengundurkan diri. Suaminya tiba-tiba kena serangan jantung. Pemain itu yang memerankan Guru Sibaso. Pimpro memberikan alternatif nama baru sebagai pengganti. Langsung saja saya tolak. Bukan apa-apa, saya tidak yakin dengan pilihannya. Saya pun harus naik panggung dan memerankan peran guru itu. Cuma sedikit dirubah, namanya bukan lagi Guru Sibaso tapi Guru Mbelin.

Untung saja,

Kenapa untung? Untung saja pemain yang memerankan Guru Sibaso yang mengundurkan diri. Perannya tidak ada dialog. Hanya menari. Kalau saja ada pemain lain yang full dialog yang berhalangan. Bisa dibayangkan betapa stressnya saya. Puji Tuhan, mungkin ini merupakan terbaik. (lagi…)


Menuju Brahmana

Jujur,

Ini adalah sebuah kehormatan besar yang diberikan pihak Sembiring Brahmana kepada saya. Kehormatan untuk mencari jati diri asal muasal merga itu. Padahal saya masih muda. Paling tidak untuk menjadi seorang budayawan, usia saya masih terlalu muda. Tapi kenyataan dan kepercayaan telah menghadapkan saya pada proses untuk menjadi budayawan itu sendiri.

Pertemuan diawali di gereja GBKP Jakpus. Ketika itu beberapa tokoh gereja memanggil saya untuk sharing tentang acara Mburo Ate Tedeh Brahmana Se-Jabodetabek tanggal 13 April 2008. Dengan berani saya mengatakan saya akan membacakan cerita/monolog tentang asal usul Brahmana. Mereka kaget dan langsung tertarik. “Saya akan menyiapkan segalanya!” kata saya dengan pasti. (lagi…)


Sejarah dan Silsilah

SEMBIRING BRAHMANA

sembiring brahmana

MEGIT BRAHMANA

Pada abad 16, Seorang Guru Mbelin dari India bernama Megit Brahmana datang ke Tanah Karo. Kedatangan Megit Brahmana ke Tanah Karo pertama kali ke kampung Sarinembah, tempat seorang muridnya dulu di India berkasta Kstaria Meliala bermukim. Brahmana disebut juga golongan Sarma atau tertinggi dalam kasta di India.

Bersama muridnya ini Megit Brahmana berangkat menuju kuta Talun Kaban (sekarang Kabanjahe) dimana ada sebuah Kerajaan Urung XII Kuta yang rajanya adalah Sibayak Talun Kaban bermerga Purba.

Di daerah itu dia disambut hangat oleh Sibayak dan rakyatnya. Megit Brahmana menuturkan pada Sibayak ingin menyebarkan agama pemena (baca : Hindu) di daerah itu. Maksud kedatangan Megit dan muridnya ini disambut hangat oleh raja dan rakyatnya. Di daerah itu pula Megit Brahmana kemudian disegani sebagai pemuka agama. Sibayak lalu mengangkatnya sebagai penasehat pribadinya.

(lagi…)


merga

SEMBIRING BRAHMANA

sembiring brahmana

Brahmana adalah salah satu merga suku Karo dari golongan Sembiring. Diduga berasal dari India. Merga ini digolongkan dengan Sembiring Singombak yaitu Sembiring yang melakukan ritual pembakaran mayat yang kemudian abunya dihanyutkan ke sungai Lau Biang yang dipercaya akan bertemu dengan sungai Gangga di India.

Merga Sembiring Brahmana berasal dari kuta Rumah Kabanjahe, Perbesi, Limang, Bekawar, Singa, dan Deli Tua.

Sembuyak merga Brahmana dalam golongan Sembiring adalah Gurukinayan, Pandia, Colia, dan Muham. Sembuyak disini artinya keturunannya tidak boleh saling kawin mengawini.

JOEY BANGUN


Asal Usul Sembiring Brahmana

MBURO ATE TEDEH

SEMBIRING BRAHMANA RAS ANAK BERUNA
JABODETABEK

———————————————————————-

Orasi Budaya – Monolog

JOEY BANGUN

dalam

Turi-Turin Asal Usul
SEMBIRING BRAHMANA

ILUSTRASI TURI-TURIN

enden nuri-nuri
AGUSTINA br PELAWI

GENDANG KARO

sarune
MARDI SEMBIRING

gendang singindungi
JUNIANTO MELIALA

gendang singanaki
ALASEN BARUS

gung ras penganak
MINSON GINTING

PENASEHAT

PROF. DR. IR. FIRMAN TAMBUN

INGET SEMBIRING BRAHMANA

GANTI SEMBIRING BRAHMANA

KOL (PURN) MAJEK SEMBIRING BRAHMANA

ACARA

DITTOPAD – SENEN
Minggu, 13 April 2008
Pkl 14.00 – selesai


BRAHMANA

The Brāhmaas (Devanagari: ब्राह्मणं) are part of the Hindu śruti.

The Brahmanas are originally instructions for the proper performance of ritual and sacrifice, but they are also the nucleus of later Hindu philosophy, introducing concepts of Karma and Samsara, the four stages in the life of a Brahmin, viz., brahmacarya, grihastha, vanaprastha, sannyasi, and mystical notions presaging Vedanta philosophy. Some Brahmanas contain sections that came to be considered an Aranyaka or Upanishad in their own right.

Each Brahmana is associated with one of the four Vedas, and within the tradition of that Veda with a particular shakha or school:

  • Rigveda
    • Shakala shakha: Aitareya Brahmana (AB)
    • Bashkala shakha: Kaushitaki Brahmana (KS)
    • Tandya Brahmana
  • Samaveda
    • Kauthuma: PB, SadvB
    • Jayminiya: Jayminiya Brahmana (JB)
    • Tandyamaha or Pancavimsa Brahmana
    • Sadvimsa Brahmana
    • Samavidhana Brahmana
    • Arseya Brahmana
    • Devatadhyaya or Daivata Brahmana
    • Mantra or Chandogya Brahmana
    • Samhitopanisad Brahmana
    • Vamsa Brahmana
    • Jayminiya Arseya Brahmana
    • Jayminiya Upanisad Brahmana (lagi…)

Selamat Jalan Charlton Heston

Selamat jalan untuk legenda Hollywood Charlton Heston yang menutup usianya 84 tahun tadi malam. Charlton Heston adalah bintang film spesialis film-film kolosal. Beberapa diantaranya adalah bertema Kristen seperti Ben Hur dan The Ten Commandments (Sepuluh Perintah Allah).

Ben Hur menceritakan tentang dua orang sahabat seorang Ibrani bernama Judah Ben Hur dan seorang tentara Romawi bernama Messala yang harus mengakhiri perselisihan di arena pacuan kuda. Bersetting di zaman Yesus Kristus. Di beberapa scene dalam film itu Judah Ben Hur bertemu Yesus.

Pertama kali saya menonton The Ten Commandments di bioskop Karimata (sebelum terbakar) pasar IV Padang Bulan tahun 1988. Film ini sangat berkesan pada saya. Bukan apa-apa, sebelumnya saya memang sangat berharap menonton film ini, setelah orang tua saya menghadiahkan 2 buku cerita bergambar tentang Nabi Musa yang dibeli dari toko buku Gunung Moria sebelah BPK Almeri Simpang Pringgan.

Di film ini Charlton Heston (sebagai Nabi Musa) memberikan kesan yang sama dengan imajinasi saya tentang Nabi Musa yang saya kenal di buku dan Alkitab. Charlton Heston memang seorang legenda Hollywood yang disegani. Sumbangsihnya pada film-film bertema Kristiani layak diberikan penghormatan.


Bakat

Setiap orang di dunia ini dianugerahi bakat. Bakat biasanya dihubungkan dengan keahliannya dalam berkesenian. Ada bakat yang dilakukan untuk sekedar hobby mengisi waktu. Ada juga bakat yang akhirnya menjadi mata pencaharian.

Begitu juga aku,

Umur 6 tahun aku sudah sadar bakatku melukis. Umur 13 tahun bakatku main drama. Umur 17 tahun bakatku main musik. Umur 20 tahun bakatku adalah fotomodel. Umur 23 tahun bakatku jadi aktor. Umur 25 tahun aku sadar bakatku menjadi sutradara.

Dan sekarang, aku putuskan bakatku menjadi pekerjaanku. Apakah aku senang?

Banyak orang kagum pada bakatnya. Begitu juga aku. Orang bilang aku penuh bakat. Multi talenta. Harusnya aku bersyukur dengan bakat-bakatku itu.

Tapi orang-orang tidak pernah menyadari pengaruh bakat-bakatku dalam hidupku. Aku tidak bisa hidup selayaknya orang-orang biasa. Aku dipenuhi orang-orang yang banyak menuntut. Menuntut eksistensi bakatku itu.

Aku dianugerahi untuk bakat mencipta. Karena dari situ aku bisa mengais rezeki dan kemudian baru memenuhi kebutuhan hidup. Oh Tuhan, kenapa aku tidak bisa hidup seperti orang banyak?!

Tuhan mengapa Kau anugerahkan bakat itu padaku? Kalau Kau memang sayang padaku, berikan daya cipta pada bakatku.

Amin!


Kampil

Kampil adalah tempat sirih pada masyarakat Karo. Biasanya isi kampil terdiri dari sirih, tagan kicik (tempat kapur), petak ranto, tutu-tutu (untuk menumbuk sirih), anak kampil, tembakau, gambir dan pinang. Biasanya juga digunakan di berbagai upacara yang disuguhkan sebagai pembuka pembicaraan misalnya dalam melamar wanita.

 

 

SEBUAH CERPEN JOEY BANGUN

Dari tadi Nini Karo1 hanya diam. Dia tidak peduli dengan suaraku. Dia larut dalam aktifitas rutinnya. Mencampur sirih, tembakau dan sedikit kapur ke wadah berbentuk tabung yang terbuat dari logam. Lalu memasukkan sedikit air dan menotoknya dengan alat panjang pipih yang juga berbentuk logam. Setelah belo2 itu jadi, ia memasukkannya ke dalam mulut dan mulai mengunyahnya.

“Ni, Santa ingin restumu,” kataku tidak sabar.

Nini Karo hanya melirik sedikit seolah tanpa peduli ia kembali melanjutkan mengunyah sirih di mulutnya. Suara kunyahannya terdengar. Serta merta gigi dan mulutnya menjadi berwarna merah kekuningan.

Aku sadar ia tidak mau diganggu kalau sudah erban belo3. Tapi aku yakin sebentar lagi dia akan berbicara. Tapi aku sudah tak sabar. Teman-temanku sudah menunggu diluar. Aku tidak mau mereka menunggu terlalu lama.

Akhirnya dengan tarikan nafas Nini Karo berdehem, “ehm…. kam mau kemana kin nakku?”. Dia melirikku liar. Aku tersenyum. Dia sudah menjawab harapanku. “Ke Brastagi, Ni. Kami mau membantu teman-teman disana,” kataku dengan penuh hormat,” Belanda berusaha merebut desa itu.” (lagi…)


FITNA

Kedatangan Pendeta Erick Barus ke perpulungen jabu-jabu (PJJ) sektor 1 GBKP Jakarta Pusat tadi malam mengagetkan saya. Bukan apa-apa, siang tadi wajah Pendeta Erick menghiasi berbagai macam infotainment, siaran berita di berbagai stasiun TV, dan juga siaran radio BBC. Pendeta Erick diwawancarai mewakili Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) tentang sikap film FITNA yang saat ini banyak diperdebatkan. Tentu saja kedatangan Sekretaris Eksekutif bidang Marturia PGI itu menjadi tamu spesial bagi kami PJJ Sektor 1 GBKP Jakpus malam tadi.

Tema PJJ Minggu ini yang dituliskan Ketua Moderamen GBKP Pdt Jadiaman Peranginagin mengangkat tema Nggeluh ibas kebujuren Dibata. Pt Helman Pandia yang menjadi tuan rumah membuka penggejapan. Diikuti beberapa Moria yang menanggapi tentang perkembangan saat ini yaitu tentang film Fitna, Ayat-ayat Cinta, dan dihubungkan dengan film Da Vinci Code. Terlihat dua orang Moria yang memberikan penggejapen ini paham betul tentang novel dan film itu. Tiba giliran saya mewakili permata memberikan penggejapen.

Penggejapen saya seperti ini : (lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.