Menyambut pertunjukan Pawang Ternalem 25 Oktober di Taman Ismail Marzuki nanti, komunitas seni Teater Aron akan merilis sebuah novel berjudul “Pawang Ternalem”. Novel ini ditulis Joey Bangun. Novel Pawang Ternalem akan menjadi buku ke-3 karya Joey Bangun setelah buku “Puisi-Puisi Joey Bangun” (Pustaka Bangun Mulia 2004), “Kumpulan cerpen Kisah Karo Tempo Dulu” (kerjasama Pustaka Aron dan Radio Karo Access Global 2006) yang dicetak oleh Kesaint Blanc.
Buku ini bukan buku pertama yang menceritakan tentang Pawang Ternalem. Sebelumnya Pdt M. Joustra menulis buku “Beru Patimar, anak Pengulu Jenggi Kumawar” terbitan Leiden – S.C. van Doesburgh 1914. Buku karya M.Joustra ini seluruhnya menggunakan bahasa Karo lama dengan logat Sibolangit kental. Berhubung pendeta ini lama tinggal di Sibolangit bertugas untuk penginjilan. (lagi…)
