Dalam hidup ada perjalanan. Ada juga perjuangan.
Pawang Ternalem adalah hidup saya kini. Didalamnya ada perjalanan. Begitu juga perjuangan. Itu sebabnya dalam perjalanan merealisasikan Pawang Ternalem, yang saya lalui adalah sebuah perjuangan. Secara pribadi, Pawang Ternalem adalah bentuk pengejawantahan artikulasi cita-cita idealisme saya sebagai seorang Karo yang telah berani atau nekat mendedikasikan hidup pada seni drama.
Saya tidak pernah melalui perjalanan Pawang Ternalem tanpa perjuangan. Pawang Ternalem tidak pernah melalui jalan tol yang bebas hambatan. Justru untuk merealisasikan idealisme saya ini saya melalui jalan seribu liku-liku. Saya jadi teringat di masa kecil saya berkali-kali muntah saat melalui sebuah jalan lintas Sumatera di dekat kota Padang yang berliku-liku. Saat itu kami sekeluarga bertamasya ke Danau Singkarak. Jujur, di Pawang Ternalem jalan berliku-berliku itu telah menyebabkan saya muntah. Sebetulnya saya tidak kuat lagi. Tapi itulah hidup, ketika kita menginginkan sesuatu maka untuk merealisasikannya kita harus memperjuangkannya walau harus muntah sekalipun. (lagi…)