Di sudut keujungan malam
tergambar rupa keagungan surgawi
di hati fana seorang sahabat
`
Wajah itu aku ingat kembali
saat sukma kembali ronakan duka
jiwa hati terpurukkan asa
`
Oh dimanakah sahabat
mengapa dia hanya diam
tak bergeming tak juga ucapkan kata
`
Mengapa tidak lagi terlihat sungging senyumnya
mungkin saja patah hati senada
sahabat ampunkan aku akan kasihmu
ingin aku memelukmu
dan ucapkan di telingamu yang maha suci
`
Selamatkan sahabatmu yang sedang berduka
kalau suatu saat kau melihatnya duduk sendiri
di lorong gelap, menggigil bersedih
lelehkan air mata di pipinya yang berkerut
`
Sebutlah sahabatmu itu
dengan untaian nama indah
nama yang kelak semua orang mengingatnya
nama itu
PAWANG TERNALEM
`
Jakarta, 250908 01.03
JOEY BANGUN

