Rona Asa

Di sudut keujungan malam

tergambar rupa keagungan surgawi

di hati fana seorang sahabat

`

Wajah itu aku ingat kembali

saat sukma kembali ronakan duka

jiwa hati terpurukkan asa

`

Oh dimanakah sahabat

mengapa dia hanya diam

tak bergeming tak juga ucapkan kata

`

Mengapa tidak lagi terlihat sungging senyumnya

mungkin saja patah hati senada

sahabat ampunkan aku akan kasihmu

ingin aku memelukmu

dan ucapkan di telingamu yang maha suci

`

Selamatkan sahabatmu yang sedang berduka

kalau suatu saat kau melihatnya duduk sendiri

di lorong gelap, menggigil bersedih

lelehkan air mata di pipinya yang berkerut

`

Sebutlah sahabatmu itu

dengan untaian nama indah

nama yang kelak semua orang mengingatnya

nama itu

PAWANG TERNALEM

`

Jakarta, 250908 01.03

JOEY BANGUN

Diterbitkan di:  on September 24, 2008 at 5:51 pm Tinggalkan sebuah Komentar

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://joeybangun.wordpress.com/2008/09/24/236/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

Leave a Comment