Art is My Blood

Archive for Oktober, 2008

Usai

Di akhir cerita

Pawang Ternalem dan Beru Patimar
menyanyi dan menari Erdemu Bayu

Datuk Rubia Gande, sang Malaikat
perintahkan Tulak Kelambir Gading turun
dari Tualang Si Mande Angin

Dara meminta
agar Nandenya mencarikan jodoh untuknya

Layar Tertutup

Penonton bertepuk tangan meriah

Sutradara menerima karangan bunga
dari Putra Jenggi Kemawar

Terima Kasih Karo!

Inilah pengabdian kami padamu….

Pawang Ternalem usai sudah. Di dalamnya ada segudang masalah. Di dalamnya ada segudang peluh. Di dalamnya ada segudang air mata. Di dalamnya ada segudang pengorbanan. Di dalamnya ada segudang asa. Yang pasti, di dalamnya ada segudang perjuangan.

Titik itu telah saya lewati….
Saya menitikkan air mata melihat penonton tumpah ruah memenuhi gedung berkapasitas 810 penonton itu. Saya tahu mereka semua berharap sesuatu dari kami. Sesuatu persembahan terbaik. Itu sebabnya, detik-detik terakhir saya coba bangkitkan spirit bermain para aktor dengan jiwa, roh, dan menyertakan TUHAN didalamnya.

Hasilnya… (lagi…)


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.