<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>JOEY BANGUN</title>
	<atom:link href="http://joeybangun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joeybangun.wordpress.com</link>
	<description>Art is My Blood</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 May 2011 07:20:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='joeybangun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>JOEY BANGUN</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://joeybangun.wordpress.com/osd.xml" title="JOEY BANGUN" />
	<atom:link rel='hub' href='http://joeybangun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Perbuatan, Dedikasi, dan Melita Meliala</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2010/12/19/perbuatan-dedikasi-dan-melita-meliala/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2010/12/19/perbuatan-dedikasi-dan-melita-meliala/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Dec 2010 16:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Dalam ajaran agama saya, &#8220;Iman tanpa perbuatan berarti kesia-siaan.&#8221; Namun dalam falsafah kebudayaan dan adat istiadat, &#8220;Perbuatan tanpa dedikasi adalah kesia-siaan.&#8221; Mungkin saja konteks ajaran agama saya dan falsafah kebudayaan bisa disatukan, yaitu &#8220;ada iman yang melahirkan suatu perbuataan untuk sebuah dedikasi.&#8221; Terkadang kita selalu berpikir segala bentuk perbuatan yang kita lakukan sudah melahirkan sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=315&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://joeybangun.files.wordpress.com/2010/12/melitameliala.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-316" title="MelitaMeliala" src="http://joeybangun.files.wordpress.com/2010/12/melitameliala.jpg?w=470" alt=""   /></a>Dalam ajaran agama saya, &#8220;Iman tanpa perbuatan berarti kesia-siaan.&#8221; Namun dalam falsafah kebudayaan dan adat istiadat, &#8220;Perbuatan tanpa dedikasi adalah kesia-siaan.&#8221;</p>
<p>Mungkin saja konteks ajaran agama saya dan falsafah kebudayaan bisa disatukan, yaitu &#8220;ada iman yang melahirkan suatu perbuataan untuk sebuah dedikasi.&#8221;</p>
<p>Terkadang kita selalu berpikir segala bentuk perbuatan yang kita lakukan sudah melahirkan sebuah dedikasi. Sungguh mengharukan pula, jika kita mengatakan setiap perbuatan yang kita lakukan untuk dedikasi itu didasarkan oleh iman yang kita anut. Dan sangat menyakitkan jika ada orang mengatakan pada kita, kalau setiap perbuatan untuk dedikasi yang didasari oleh iman yang selama ini kita lakukan tidak dianggap apa-apa.<br />
<span id="more-315"></span><br />
Kesampingkan dulu pembahasan tentang iman, karena saya bukan Rohaniawan. Mari kita bicara soal perbuatan dan dedikasi.</p>
<p>Menarik untuk disimak syair yang ditulis oleh Eddy Surbakti yang saya kutip dari akun facebooknya. Tertulis di bait 3 s/d 5 seperti ini :</p>
<p>Tanah Ini Menjadi Perjuangan<br />
Tanah Ini Menjadi Saksi<br />
Tanah Ini Menjadi Warisan<br />
Tanah Ini Juga Yang Akan Menjadi Simbol Harga Diri Kami</p>
<p>Jangan Rebut Tanah Ini Sejengkal Pun<br />
Karena Kau, Tidak Akan Pernah Layak Mendapatkannya</p>
<p>Berjuanglah Para Penurus Bangsa, Karena Tanah Ini Adalah Harga Dirimu<br />
Harga Diri Bagi Bangsa,Negara Dan Juga Sukumu&#8230;..</p>
<p>Kata-kata yang ditulis Eddy diatas menyiratkan sebuah rasa nasionalisme yang dibalutkan oleh sebuah harga diri dan patriotisme perjuangan. Syair yang ditulis diatas bisa untuk siapa saja, suku mana saja, yang bertekad membela hak dan harga dirinya dalam perjuangan mempertahankan tanah kelahirannya.</p>
<p>Tapi akan lebih menarik jika kita mempersempit ruang pembahasan kita yaitu tentang syair Eddy dan Tanah Karo Simalem.</p>
<p>Jika saya dan anda sebagai orang Karo mencoba membaca dengan lantang syair-syair diatas niscaya akan timbul sifat patriotisme dalam diri kita masing-masing. Sebelum bait 3 s/d 5 diatas Eddy memaparkan syairnya di bait 1 s/d 2 seperti ini :</p>
<p>Ku Cium Tanah Ini,<br />
Tanah Yang Berbicara Akan Isyarat Perjuangan,<br />
Keringat, Darah Dan Harta Benda Dikorbankan Untuk Sebuah Harga Diri,<br />
Sebuah Harga Yang Tidak Dapat Ditawar, Merkipun Akan Menelan Korban</p>
<p>Kami Ingin Ada Dan Terus Merdeka, Mempertahankan Tanah ini<br />
Tanah Yang Telah Memberikan Kehidupan, Bagi Anak Cucu Kami<br />
Berteriaklah Ucapkan Kata Merdeka bagi Negeri</p>
<p>Kemerdekaan untuk Karo, pernahkan anda merasakannya? Seperti apa anda merasakannya? Mungkin saja kemerdekaan Karo yang anda rasakan berbeda dengan saya rasakan? Setiap manusia mempunyai arti dan rasa kemerdekaan berbeda-beda.</p>
<p>Namun pernahkah terpikir oleh kita masing-masing, setiap perbuatan kita sebagai insan-insan Karo bisa melahirkan kemerdekaan &#8220;Tanah Karo Simalem&#8221; yang menjadi &#8220;Tanah Harga Diri Kita.&#8221;</p>
<p>Di Tanah Karo Simalem, perbuatan saja tidak cukup. Parbuatan haruslah melahirkan dedikasi. Dedikasi lahir dari perbuatan yang dilandaskan oleh rasa keterbebanan untuk membangun tanpa dasar keinginan pribadi dan golongan. Artinya dedikasi dan perbuatanlah haruslah tanpa pamrih.</p>
<p>Haru biru menjadi warna di Tanah Karo beberapa waktu belakangan ini. Gunung Sinabung meletus dan terjadi uraian mata, namun kita harus bersyukur gunung Sinabung tidak sedahsyat Merapi. Suhu politik  memanas dan terjadi persengketaan juga pertumpahan darah, namun kita harus bersyukur tidak terjadi korban jiwa.</p>
<p>Semua yang terjadi mungkin mengecewakan kita. Secara pribadi saya juga kecewa. Namun setiap keputusan pasti ada resiko. Resiko untuk Tanah Karo Simalem.</p>
<p>Perbuatan dan dedikasi tidaklah harus menjadi pemimpin. Cipratkan dalam semangat kita akan perbuatan dan dedikasi. Niscaya Karo akan merdeka.</p>
<p>Merdeka dari perbuatan yang menyimpang.<br />
Merdeka dari kemiskinan.<br />
Merdeka dari kebodohan.</p>
<p>Tanah Karo haruslah menjadi tempat kita untuk berbuat dan berdedikasi tanpa pamrih.</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">Melita Meliala</span></strong></p>
<p>Di tengah gejolak alam dan politik di Tanah Karo Simalem, muncullah seorang dara hitam manis bersuara malaikat. Dia bukan malaikat penolong. Tapi malaikat penghibur.</p>
<p>Melita Meliala seolah ditakdirkan hadir ditengah-tengah gejolak. Karo butuh  penghiburan disitulah pula gadis beru Sembiring itu menyuarakan suara emasnya. Namanya telah membahana di saentero negeri ini.</p>
<p>Gadis ini sungguh mengharukan sekaligus membanggakan. Di setiap penampilannya di layar kaca dia selalu mengatakan dengan lantang kata &#8220;Mejuah-juah!&#8221;</p>
<p>Tidak itu saja dia juga menghadirkan lagu &#8220;Mejuah-juah&#8221; mengumandang ke hampir 10 juta pesawat televisi seluruh Indonesia.</p>
<p>Di penampilannya Minggu lalu, dia bahkan mengatakan penampilannya didekasikannya untuk Tanah Karo Simalem, kampung kelahirannya. Dedikasi Melita untuk Tanah Karo Simalem yang bergejolak dan menangis.</p>
<p>Melita sudah berbuat dan berdedikasi untuk Tanah Karo Simalem. Bukan saja namanya yang harum tapi juga Tanah Karo Simalem. Finalis &#8220;Indonesia Got Talent&#8221; itu tengah berjuang untuk membanggakan sukunya.</p>
<p>Talenta Melita Meliala adalah Talenta Tanah Karo Simalem!</p>
<p>Mari kita dukung Melita Meliala dalam perbuatannya untuk dedikasi dan sebuah harga diri&#8230;.. Harga diri Tanah Karo Simalem!</p>
<p>Pancur Siwah, 091210 2.18</p>
<p>*) Penulis adalah praktisi seni budaya Karo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=315&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2010/12/19/perbuatan-dedikasi-dan-melita-meliala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeybangun.files.wordpress.com/2010/12/melitameliala.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">MelitaMeliala</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nelangsa Kehidupan</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2010/11/26/nelangsa-kehidupan/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2010/11/26/nelangsa-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 18:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluh hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya apa yang kau cari dalam hidup? Kepuasan dirimu atau kepuasan hidupmu. Tentu kau akan sulit menjawabnya. Tapi itulah kini. Hidup ini memang semakin membingungkan. Saat aku sendiri semakin tidak memahaminya. Tidak mungkin aku ceritakan semuanya dalam stanza ini. Karena aku masih membutuhkan tempat dalam kesendirian yang harusnya tidak diketahui orang lain. Selain itu aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=312&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya apa yang kau cari dalam hidup? Kepuasan dirimu atau kepuasan hidupmu. Tentu kau akan sulit menjawabnya. Tapi itulah kini. Hidup ini memang semakin membingungkan. Saat aku sendiri semakin tidak memahaminya.</p>
<p>Tidak mungkin aku ceritakan semuanya dalam stanza ini. Karena aku masih membutuhkan tempat dalam kesendirian yang harusnya tidak diketahui orang lain. Selain itu aku memang membutuhkan kesendirian. Dimana kepenatan membahan nelangsa isak lolongan hati.</p>
<p>Kenapa? Kenapa semua ini terjadi? Kau tanyakan pertanyaan itu padaku?</p>
<p>Aku tidak bisa menjawabnya karena aku memang tidak memahaminya. Yang terpahami aku hanyalah kini berada ditengah lautan luas dimana setiap saat ombak bisa menenggelamkan aku pada kematian.<span id="more-312"></span></p>
<p>Tapi saat kepalaku kutengedahkan pada Sang Khalik langsung aku buang pandanganku padaN                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      ya.</p>
<p>Karena aku memang telah kecewa padaNya.</p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=312&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2010/11/26/nelangsa-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi &#8211; Kontemporer &#8211; Inovatif</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/10/tradisi-kontemporer-inovatif/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/10/tradisi-kontemporer-inovatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 18:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Karo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Catatan jelang pertunjukan PUTRI HIJAU &#8220;Dikhotomi antara yang tradisional dan yang kontemporer adalah dikhotomi yang problematis. Dalam kehidupan kesenian di Indonesia sekarang, apa yang tradisional juga masih hidup di satu zaman dengan yang modernis dan avant garde,&#8221; kata Goenawan Mohamad pada diskusi &#8220;Rethinking Tradition&#8221; di Goethe Haus Jakarta Sabtu lalu. Diskusi ini menjadi penutup dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=303&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong>Catatan jelang pertunjukan PUTRI HIJAU</p>
<p>&#8220;Dikhotomi antara yang tradisional dan yang kontemporer adalah dikhotomi yang problematis. Dalam kehidupan kesenian di Indonesia sekarang, apa yang tradisional juga masih hidup di satu zaman dengan yang modernis dan avant garde,&#8221; kata Goenawan Mohamad pada diskusi &#8220;Rethinking Tradition&#8221; di Goethe Haus Jakarta Sabtu lalu. Diskusi ini menjadi penutup dari acara yang digelar selama beberapa hari, yaitu Regional Dance Summit &#8220;Transforming Tradition&#8221; di tempat yang sama.</p>
<p>Selain penyair/sastrawan Goenawan Mohamad, hadir pula penari Sardono W Kusumo sebagai nara sumber. Diskusi ini diikuti lebih 200 orang dan uniknya datang dari berbagai negara seperti Thailand, Filipina, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Australia, hingga New Zealand. Sementara dari seniman Karo yang hadir saya dan Fredy Ginting (pemeran bapa Rudang yang kini menjadi pemeran utama PUTRI HIJAU). Kebetulan kami menghadiri diskusi ini setelah menghadiri kerja-kerja/pesta adat di gedung Dittopad Jakarta Pusat siangnya.</p>
<p>Apa yang menarik di diskusi itu tentu saja thema yang diangkat <strong>&#8220;Rethinking Tradition&#8221; memikirkan kembali tradisi. </strong>Sebegitu pentingnyakah kita memikirkan tradisi sementara saat ini kita hidup dikukung oleh hiruk pikuknya dunia digital.</p>
<p>Saat saya menghadiri kerja-kerja/pesta adat di Dittopad, saya melihat banyak sekali orang berkumpul. Mereka datang dari kalangan berada hingga ke level hidup dari cukup. Mereka hadir di tempat itu bukan hanya mereka menerima undangan yang sama juga seperti saya. Bukan pula karena mereka sekedar menghargai yang punya hajatan. Sadar dan tidak sadar, orang-orang yang berkumpul itu sudah &#8220;Rethinking Tradition&#8221;. Mereka hadir karena latar belakang  tradisi mereka. Tradisi Karo!</p>
<p>Sebagian besar dari mereka berasal dari Karo. Terlihat dari gaya berpakaian mereka. Gaya omongan mereka. Gaya jalan mereka. Gaya bertutur mereka. Mereka semua tidak bisa menghilangkan gaya itu. Gaya itulah disebut dalam nilai kebudayaan yaitu<strong> kearifan lokal budaya Karo.</strong></p>
<p>Namun tidak semua generasi paham dengan kearifan tradisi itu. Terutama generasi muda. Itu sebabnya diperlukan <strong>gaya</strong><strong> kontemporer dengan inovasi-inovasi baru yang tidak menghilangkan sisi tradisi itu sendiri.</strong><br />
<span id="more-303"></span><br />
Kebetulan saya melangkah dari seni kontemporer. Dari 5 tahun saya mendedikasikan penuh hidup saya di kesenian, saya selalu mengangkat tema-tema kontemporer. Saya selalu mengangkat nilai-nilai budaya lokal dan mengangkatnya dengan gaya kontemporer dalam karya saya. Sebelum terjun penuh di kesenian Karo, saya pernah mendalami budaya Mesir saat menggarap Cleopatra, budaya Cina saat saya buat San Pek Eng Tay, budaya Yunani saat saya mementaskan A Midsummer Night&#8217;s Dream, hingga budaya Romawi saat saya mempersembahkan Pilar Roma.</p>
<p>Pawang Ternalem adalah start dari pertunjukan kontemporer profesional saya. Orang-orang menonton sebuah tradisi Karo dengan gaya modern. Penataan lighting, efek, artistik yang serba modern. Yang saya tahu saat mementaskannya, pertunjukan ini disukai dengan orang-orang lintas generasi. Generasi dulu dan generasi sekarang. Itulah kesenian kontemporer!</p>
<p>PUTRI HIJAU di tanggal 16-17 Oktober nanti&#8230;?</p>
<p>Saya akan menjanjikan pertunjukan Karo kontemporer yang berbeda. Saya sudah menyiapkan naskah yang penuh dengan plot-plot trik. Tokoh-tokoh yang dimainkan ada beragam. Mulai dari karakter misterius pada pemeran utama, hingga karakter komedian bahkan banci (bencong). Naskah ini dibangun dengan gaya serius dan disisipi oleh komedi-komedi berkelas. Artinya komedi yang hadir bukan komedi situasi khas teater rakyat. Komedi yang dibangun adalah komedi yang nyambung dengan perkembangan zaman dan keadaan.</p>
<p>Special efek, kostum, lighting, sound, akan saya garap dengan gaya modern. Bahkan dalam tarian, saya tidak hanya menyiapkan tarian 3 suku seperti Karo, Melayu, dan Aceh. Tapi saya juga sudah menyiapkan tarian kontemporer untuk PUTRI HIJAU saat mengalami cobaan batin waktu di Lau Pirik Seberaya dan Pancur Gading Deli Tua.</p>
<p>Saya sudah menyiapkan 35 orang aktor yang akan bermain maksimal. Beberapa diantaranya adalah aktor berkaliber Nasional bahkan Internasional. Orang-orang artistik seperti penata tari, musik, lighting, kostum, tata rias, sound, efek, dan artistik/dekorasi adalah orang-orang profesional yang siap memberikan terbaik untuk pertunjukan.ini. Sementara orang-orang organizer siap menset acara ini menjadi yang terbaik.</p>
<p>Saya adalah penanggungjawab pertunjukan ini. Bahkan kalau bisa dikata dari karya saya ini orang-orang akan melihat bagaimana sebuah eksistensi kebesaran suku Karo saat ini. Itu sebabnya saya terus memotivasi orang-orang yang bekerja untuk saya. Baik aktor, orang artisitk, dan orang organizer harus memberikan terbaik dengan karya mereka.</p>
<p>Sementara di sisi lain, saya mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang senantiasa mensupport saya. Baik itu keluarga saya tercinta. Kekasih saya.  Kaum tokoh-tokoh adat dan pembesar. Begitu juga orang-orang yang peduli pada budaya yang terus mensupport komunitas Teater Aron ini dengan dukungan doa dan materi.</p>
<p>Saya ucapkan terima kasih untuk anda semua. Anda semua telah membuat kepala saya tetap tegak dan tersenyum untuk kreatifitas.</p>
<p>PUTRI HIJAU akan hadir dihadapan anda seolah akan seperti merefleksi diri anda sendiri. Diri anda dengan kehidupan masa lampau. Suatu masa, saat nanti anda nanti menyaksikannya, niscaya anda akan mengalami &#8220;Rethinking Tradition!&#8221;</p>
<p>Anda akan rindu dengan budaya anda. Anda akan bangga dengan suku anda. Anda akan bangga menceritakannya pada orang-orang di sekeliling anda. Bahkan anda akan rindu untuk membangun kampung halaman anda.</p>
<p>Itulah sebabnya kenapa kami ingin sekali menyajikan PUTRI HIJAU ini untuk anda!</p>
<p>Bujur ras Mejuah-juah</p>
<p>Jakarta, 110807 12.56</p>
<p>*) Penulis adalah Direktur Artistik Teater Aron/Sutradara PUTRI HIJAU</p>
<p><strong>Teater ARON</strong></p>
<p>Jln. Swadaya V No. 38 Cempaka Baru</p>
<p>Jakarta Pusat 10650</p>
<p>Telp : +62 21 4288 1932</p>
<p>Email : arontainment@yahoo.com</p>
<p>Website : www.teateraron.org</p>
<p>Mailing List  : http://groups.yahoo.com/group/teater-aron/</p>
<p><a href="mailto:arontainment@yahoo.com" target="_blank"><br />
</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=303&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/10/tradisi-kontemporer-inovatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>~Mutiara Dewata~</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/07/mutiara-dewata/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/07/mutiara-dewata/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 16:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Deru ombak mengguncang butiran pasir sinar sunset membelah birunya pantai kibaran angin hantarkan petang burung camar nyanyikan kehidupan ` Dibawah rindang pohon kelapa Dinda ayu rebahkan tubuhnya di hamparan pasir tergolek, mata memandang lurus ke atas ungkap arti hidup pada cakrawala ` Mutiara Dewata mendesahkan harapan tuk berpaut pada Ma Nangin berpelukan, menari dalam kobaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=294&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Deru ombak mengguncang butiran pasir</p>
<p>sinar sunset membelah birunya pantai</p>
<p>kibaran angin hantarkan petang</p>
<p>burung camar nyanyikan kehidupan</p>
<p>`</p>
<p>Dibawah rindang pohon kelapa</p>
<p>Dinda ayu rebahkan tubuhnya di hamparan pasir</p>
<p>tergolek, mata memandang lurus ke atas</p>
<p>ungkap arti hidup pada cakrawala</p>
<p>`</p>
<p>Mutiara Dewata mendesahkan harapan</p>
<p>tuk berpaut pada <em>Ma Nangin</em></p>
<p>berpelukan, menari dalam kobaran ombak asmara</p>
<p>cahaya mata berpadu pancarkan ketulusan</p>
<p>senyuman mengulum ungkapkan kasih</p>
<p>tawa berkumandang gelorakan jiwa</p>
<p>tuk nyatakan cinta</p>
<p>`</p>
<p>Mutiara Dewata berpulang pada Parahyangan</p>
<p>mewujudkan impian meraih cita dan cinta</p>
<p>tautkan diri pada jantung hati</p>
<p>bersatu pada alam</p>
<p>`</p>
<p>Tuk katakan</p>
<p>Dialah mutiara</p>
<p>di tengah pasir Kuta</p>
<p>`</p>
<p align="center"><strong>= Kupersembahkan Untuk Mutiara Dewataku =</strong></p>
<p>`</p>
<p>Camp David, 8 April 2004</p>
<p>Pk 23.46 WIB</p>
<p>Joey Bangun</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=294&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/07/mutiara-dewata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Pahlawan!</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/07/selamat-jalan-pahlawan/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/07/selamat-jalan-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 14:08:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluh hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Secara pribadi saya turut berduka mendalam atas kepergian si &#8220;Burung Merak&#8221;. Saya adalah pengagum Wilibrodus Surendra Rendra. Kumpulan buku puisinya tersusun di rak buku saya, dan poster wajahnya tergantung di dinding kamar saya. Saya teringat saat saya bernazar untuk menonton Rendra baca puisi sebelum dia dipanggil Tuhan. Waktu itu tanggal 6 April 2006, saya akhirnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=290&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-289" title="senibudaya_rendra" src="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/08/senibudaya_rendra.jpg?w=470&#038;h=280" alt="senibudaya_rendra" width="470" height="280" /></p>
<p>Secara pribadi saya turut berduka mendalam atas kepergian si &#8220;Burung Merak&#8221;. Saya adalah pengagum Wilibrodus Surendra Rendra. Kumpulan buku puisinya tersusun di rak buku saya, dan poster wajahnya tergantung di dinding kamar saya.</p>
<p>Saya teringat saat saya bernazar untuk menonton Rendra baca puisi sebelum dia dipanggil Tuhan. Waktu itu tanggal 6 April 2006, saya akhirnya menonton sang maestro teater itu baca puisi di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Padahal saat itu tiketnya sangat mahal untuk ukuran orang baca puisi. Uang saya yang pas-pasan coba saya korbankan untuk mengabulkan nazar itu.</p>
<p>Semangat Rendra mengembangkan seni teater di tanah air memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus bersemangat mengabdi di kesenian ini. Termasuk saya!</p>
<p>Selamat jalan Rendra!  Selamat jalan Pahlawan!</p>
<p>Aku mendengar suara<br />
jerit hewan terluka</p>
<p>Ada orang memanah rembulan<br />
ada anak burung berjatuh di sarangnya</p>
<p>Orang-orang harus dibangunkan<br />
kesaksian harus diberikan<br />
agar kehidupan bisa terjaga</p>
<p>(W.S Rendra, PPR, 1992 : 21)</p>
<p><span style="font-weight:bold;">Joey Bangun</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/290/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/290/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=290&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/08/07/selamat-jalan-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/08/senibudaya_rendra.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">senibudaya_rendra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Karo di Indonesia 500 early Postcards</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/28/wanita-karo-di-indonesia-500-early-postcards/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/28/wanita-karo-di-indonesia-500-early-postcards/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 13:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Karo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Seorang wanita Karo tempo doeloe menjadi cover buku “Indonesia 500 early Postcards”. Wanita Karo itu duduk dengan gaya anggun memakai pakaian khas wanita Karo lengkap dengan tudung dan padung-padung tempo doeloe. Yang uniknya di atas tudung wanita Karo itu diletakkan “Sumpit Nakan”. Keanggunan wanita Karo Tempo doeloe adalah sebuah sisi eksotik kearifan lokal budaya Karo. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=285&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-284" title="Wanita Karo" src="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/07/wanita-karo.jpg?w=470&#038;h=470" alt="Wanita Karo" width="470" height="470" /><br />
Seorang wanita Karo tempo doeloe menjadi cover buku “Indonesia 500 early Postcards”. Wanita Karo itu duduk dengan gaya anggun memakai pakaian khas wanita Karo lengkap dengan tudung dan padung-padung tempo doeloe. Yang uniknya di atas tudung wanita Karo itu diletakkan “Sumpit Nakan”.</p>
<p>Keanggunan wanita Karo Tempo doeloe adalah sebuah sisi eksotik kearifan lokal budaya Karo. Yang pasti pose wanita Karo ini menjadi pose terbaik/pilihan dari 500 gambar kartu pos seluruh Indonesia yang dikeluarkan pada zaman kolonial.</p>
<p>Diantaranya ada beberapa yang menggambarkan kehidupan kuta Karo Tempo Doloe. Seperti Istana Sibayak Lingga di Kabanjahe. Istana Raja Karo ini berdiam 16 Jabu  (16 Keluarga). Istana ini sudah hangus dibakar rakyat Karo saat zaman Revolusi tahun 1947. Raja Sibayak Lingga terakhir adalah Raja Kelelong Sinulingga bulang dari Isfridus Sinulingga (suami Tio Fanta Pinem).</p>
<p>Buku yang dirangkum oleh Leo Haks dan Steven Wachlin. Buku ini ditawarkan dengan List price: $40.00. Di Indonesia bisa didapatkan di Toko Buku Gramedia dengan harga : Rp. 415.000,-&#8230; ..!</p>
<p>Selamat mencari dan mengoleksi salah satu buku langka ini!</p>
<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:0;"><a name="lw_1248785207_0"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/285/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/285/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=285&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/28/wanita-karo-di-indonesia-500-early-postcards/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/07/wanita-karo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Wanita Karo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Special Headdress of Karo tell a Story</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/13/the-special-headdress-of-karo-tell-a-story/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/13/the-special-headdress-of-karo-tell-a-story/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 18:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluh hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Tudung khas Karo Bercerita Exotic and Unique. That is the proper word for the traditional wedding attire of Batak Karo, North Sumatera. The Characteristic is on its headress. Besides presenting the beauty and exclusivity, this headdress made from ulos was an everyday tradition of the Karo’s society as a protection from the daylight sun shine, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=281&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="Mahligai" src="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/07/image000211.jpg?w=470" alt="Mahligai"   /></p>
<p><em>Tudung khas Karo Bercerita</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Exotic and Unique. That is the proper word for the traditional wedding attire of Batak Karo, North Sumatera. The Characteristic is on its headress. Besides presenting the beauty and exclusivity, this headdress made from ulos was an everyday tradition of the Karo’s society as a protection from the daylight sun shine, or from the night cold wind. For the bride’s appearance, this unique headress as tough has an abilty to tell story.</p>
<p>(Majalah MAHLIGAI edisi ke 5 Juli 2009)</p>
<p>Itulah kalimat pembuka halaman 10 majalah tradisi, pernikahan, dan gaya hidup MAHLIGAI edisi Juli yang saat ini banyak beredar di berbagai toko buku maupun agen koran dan majalah. Di kalimat pembuka itu saja saya sudah menarik kesimpulan adanya kesalahpahaman karena ketidakpahaman.</p>
<p>Budaya Karo tidak mengenal yang namanya Ulos. Apalagi menggunakan ulos dalam pakaian perkawinan tradisional Karo (Ose). Adapun jenis-jenis kain karo/uis terbagi oleh 19 corak : Beka Buluh, Uis Nipes Padang Rusak, Gatip Jongkit, Uis Nipes Benang Iring, Kelam-kelam, Julu, Ragi Mbacang, Jujung-jujungen, Uis Gara Jongkit, Langge-langge, Uis Teba, Uis Pementing, Uis Batu Jala, Uis Arinteneng, Gatip Cukcak, Uis Gara benang emas, Gobar Dibata, Gatip Gawang, dan Uis Perembah.</p>
<p><span id="more-281"></span></p>
<p>Di halaman 25, dua pose model yang menggunakan ose Karo membuat kita langsung mengeryitkan dahi. Bukan apa-apa, terutama untuk standar pakaian pengantin pria yang dikenakan oleh model perlu dicermati untuk dikritik. Beka buluh yang dikenakan di bahu dibiarkan tergerai begitu saja. Tidak dilipat seperti lazimnya pria-pria Karo menggunakan beka buluh sebagai tanda-tanda. Dan anehnya di bahu kanan model dibiarkan selembar kain beka buluh tergantung begitu saja tanpa arti. Kain penutup kaki pria dibalut oleh sebuah kain dengan corak yang tidak seharusnya. Selazimnya kain penutup kaki pengantian pria Karo adalah Gatip. Dan semakin tidak lengkap dengan tidak adanya selempang yang digunakan yang biasanya menggunakan uis pementing.</p>
<p>Di halaman 55 diberi tajuk The Wedding Procession of Bataks Customs (Pernikahan adat Batak). Sayangnya di tajuk ini semua sesi digunakan adalah prosesi adat Batak Toba. Sementara sepanjang halaman hampir 90 % adalah foto-foto prosesi perkawinan Karo. Dan di halaman 59 tertulis Kamus Istilah Batak dengan gambar para wanita Karo dengan menggunakan tudung yang saya bisa tebak acara itu di gedung Berlan Matraman, namun di kamus istilah Batak ini tidak ada satupun menggunakan istilah Karo yang diterjemahkan! (semuanya adalah istilah Toba).</p>
<p>Kehadiran majalah MAHLIGAI edisi Juli ini sangat menarik perhatian saya. Terutama saat cover depan yang menampilkan seorang wanita yang memakai pakaian tradisional Karo. Hanya saya sedikit menyayangkan literatur isi dan gambar-gambar yang ditampilkan sama sekali tidak mencerminkan filosofi keaslian adat istiadat Karo itu sendiri. Intinya tampilan majalah ini tidak mencerminkan bahwa Karo sebetulnya punya jati diri sendiri yang tidak mengikat/diikat dengan salah satu etnis Batak.</p>
<p>Entah apa yang ada dipikiran Merdi Sihombing, sang konsultan busana adat Batak di majalah ini. Apakah sang desainer sudah mencari masukan dari para praktisi busana Karo sebelum menampilkan karyanya? Saya pikir pasti tidak.</p>
<p>Kalau saya disuruh untuk menampilkan busana Tapanuli untuk konsumsi majalah sekelas MAHLIGAI yang dikonsumsi publik luar negeri, saya tidak akan berani begitu tanpa saya harus melakukan riset dan konsultasi dari budayawan Tapanuli. Pakaian adat adalah citra sebuah suku dan tidak mungkin kita tampilkan asal-asalan atau dengan alasan dasar sekedar keindahan. Dengan sendiri kita sudah menghancurkan keaslian suku itu dihadapan publik nasional maupun internasional.</p>
<p>Sisi lain, saya cukup bangga dengan tampilan cover majalah ini. Majalah yang dibanderol dengan harga Rp 49.500, atau diluar negeri dijual dengan harga RM 50, S$ 10, US $5 telah menampilkan sebuah keagungan traditional ethnic yang disebut Karo. Kebanggaan itu kembali menguatkan eksistensi suku Karo sebagai kekayaan budaya Nusantara.</p>
<p>Sumur Batu, 130709  11.28</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=281&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/13/the-special-headdress-of-karo-tell-a-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/07/image000211.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mahligai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENAH – BENIH</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/08/benah-%e2%80%93-benih/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/08/benah-%e2%80%93-benih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jul 2009 20:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluh hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Catatan ini menjadi catatan pertama untuk merangkai kisah dibalik proses produksi pertunjukan teater PUTRI HIJAU produksi ke-7 Teater Aron yang akan digelar 16-17 Oktober 2009 di Graha Bhakti Budaya – Taman Ismail Ismail. Catatan ini akan menjadi pembuka sebuah perjalanan panjang dari sebuah pertunjukan monumental yang syukuran dan latihan perdananya akan digelar nanti malam di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=274&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Catatan ini menjadi catatan pertama untuk merangkai kisah dibalik proses produksi pertunjukan teater PUTRI HIJAU produksi ke-7 Teater Aron yang akan digelar 16-17 Oktober 2009 di Graha Bhakti Budaya – Taman Ismail Ismail.</p>
<p>Catatan ini akan menjadi pembuka sebuah perjalanan panjang dari sebuah pertunjukan monumental yang syukuran dan latihan perdananya akan digelar nanti malam di Sanggar Baru Taman Ismail Marzuki, tempat latihan resmi PUTRI HIJAU.</p>
<p>Syukuran nanti akan dihadiri para aktor dan kru yang terlibat. Yang pasti mereka semua siap mendedikasi hidup mereka beberapa bulan ke depan demi kesuksesan PUTRI HIJAU. Dedikasi itu kemudian kami sebut “Dedikasi untuk Budaya” demi kemajuan Karo tercinta.</p>
<p><strong>BENAH</strong></p>
<p>Saya telah menuliskan naskah setebal 32 halaman terdiri 5 babak dengan 29 adegan/scene berdurasi 2,5 jam. Selama 5 bulan saya mengerjakan naskah ini setelah saya melakukan riset lapangan dan data selama sebulan penuh di bulan Januari lalu. Hasilnya, saya memastikan naskah yang akan kami mainkan nanti adalah sebuah naskah teater kolosal terdahsyat yang mewakili tiga etnis, Karo, Melayu, dan Aceh.</p>
<p>Saya terlalu percaya diri mengatakan demikian? Atau terlihat sedikit sombong?</p>
<p>Yang hanya bisa saya katakan, saya harus percaya diri. Kalau saya tidak percaya diri bagaimana saya berani memulai perjuangan yang menurut sebagian seniman Karo Jakarta “Mission Impossible”. Semangat berkarya dan terus berkarya terus saya tanamkan dalam benak saya. Sesuatu pasti akan terjadi ke depan. Menang atau kalah, tidak ada yang tahu. Kalau kita tidak pernah memulainya darimana kita tahu kita akan kalah. Kalau kita fokus, percaya diri, dan berserah pada Tuhan, mungkinkah kita akan kalah?</p>
<p><span id="more-274"></span></p>
<p>Tentu saja kita akan berbenah. Orang akan terus mengingat karya saya Pawang Ternalem. Pertunjukan profesional Karo pertama di Pusat Kesenian Indonesia di Taman Ismail Marzuki. Pertunjukan yang berhasil mendatangkan 1100 penonton yang rela menyisihkan uangnya untuk menonton karya saya. Dan kemudian mereka semua akan terkenang. Kalau Pawang Ternalem memang sebuah fenomena dunia seni pertunjukan Karo baru. Dan yang mereka tahu, yang membuat itu adalah Joey Bangun, seorang anak muda yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kebudayaan Karo. Walau tidak sedikit dari antara mereka ada juga mencibir dan mengkritik.</p>
<p>Namun, mereka tidak tahu siapa saya sebenarnya. Saya adalah anak muda gila. Anak muda yang mau begitu saja menghabiskan masa mudanya hanya untuk dedikasi. Dedikasi berarti tanpa pamrih, tanpa uang. Yang saya tahu yang saya lakukan dalam hidup ini adalah terus berkarya. Terkadang memang saya tidak mempedulikan hidup saya sendiri. Bagaimana dengan hari esok atau masa depan saya. Saya tidak peduli. Yang saya tahu, seorang seniman hanya bisa terus berkarya sementara akhlak rizky akan datang dengan sendirinya. Apakah saya akan tahan dengan hidup begini? Kalau tidak, untuk apa saya mengorbankan segalanya.</p>
<p>Pawang Ternalem telah menorehkan tinta emas juga tinta merah. Tinta emas seperti yang saya ceritakan tadi diatas. Tinta merah tentu saja segala harapan dan cita yang kami programkan sebelumnya tidak menemui kenyataan.</p>
<p>Yang saya lakukan saat ini adalah berbenah. Membenahi semua kesalahan masa lalu. Kata pepatah, orang bodohlah yang jatuh pada lubang yang sama. Dan saya tidak mau disebut orang bodoh.</p>
<p>Pembenahan yang paling mendasar adalah pola sistem manajemen yang baik. Kali ini saya tidak mudah mempercayai orang seperti dulu. Saya terus menyaring orang-orang yang layak dipercaya. Terutama di sektor-sektor rawan kebobolan. Masalah dana misalnya.</p>
<p>Sekarang semua harus bergerak cepat. Tidak ada lagi alasan menunda waktu. Lakukan terbaik demi PUTRI HIJAU. Sementara Pawang Ternalem adalah masa lalu dimana kita harus belajar banyak dari kesalahan.</p>
<p>Saya berharap kami bisa membenahi pola manajemen dalam menjalankan pertunjukan ini. Yang saya lakukan adalah banyak membaca buku dan bertanya. Semoga ilmu yang saya dapat bisa diterapkan di komunitas ini.</p>
<p>Sekali lagi, pembenahan adalah hal yang harus dilakukan agar kita tidak jatuh di lubang yang sama.</p>
<p><strong>BENIH</strong></p>
<p>“Apa yang kau tabur itu yang kau tuai” kata ajaran agama saya. Tentu saja yang harus saya taburkan adalah benih. Benih dedikasi untuk budaya. Jika budaya saya nanti kelak terus berkembang dan dikenal orang anggap saja itu bagian tuaian. Tapi jangan puji saya. Seperti saya katakan diatas ‘dedikasi adalah tanpa pamrih’.</p>
<p>Semua yang sudah dan akan terjadi tidak mungkin tanpa orang lain. Saya sadar, saya bisa berbuat apa saja karena orang lain. Paling tidak orang-orang yang tahu keinginan saya dan mau bekerjasama dengan saya.</p>
<p>Saya sangat bergembira karena orang-orang berkumpul karena obsesi saya. Dan semua mereka sadar bahwa mereka harus se-visi dengan saya. Kalau tidak se-visi tentu saja mereka tidak mungkin bisa bertahan.</p>
<p>35 aktor sudah terkumpul dari hasil proses seleksi. Mereka melalui tahapan yang penuh perjuangan. Tidak sampai setengah adalah aktor Pawang Ternalem. Sebagian aktor lama tidak bersedia lagi bergabung karena alasan waktu, pekerjaan, kesehatan, dan lain sebagainya. Sebagian lagi harus saya coret karena saya anggap sudah tidak bisa lagi bekerjasama dengan saya karena kesalahan masa lalu. Beberapa lagi saya coret karena tidak menunjukkan profesionalisme program dengan ketidakhadiran. Yang saya tahu seorang aktor lebih senior harus menunjukkan sifat profesionalisme dari aktor pendatang. Bukan malah ogah-ogahan dan sok memudahkan.</p>
<p>Dibalik itu semua, saat ini yang telah berkumpul adalah beragam. Dari 32 aktor Karo mereka dari latar belakang sosial dan agama yang berbeda. Saya cukup gembira saat Muda-Mudi Muslim Karo (HIMMAKA) menunjukkan eksistensi kebudayaan mereka saat bergabung dengan Teater Aron. Masalah siginifikan di Pawang Ternalem, hampir seluruh aktor adalah beragama Kristen dan Katolik yang notabene sangat dekat dengan budaya Karo dalam ritual keagamaan. (Walau begitu kami juga mempunyai beberapa kru yang memeluk agama Perbegu/Pemena).</p>
<p>Mereka semua benih. Benih generasi masa depan Karo. Mereka hadir karena kecintaan akan budaya. Mereka tidak hadir karena uang. Karena saya tidak pernah menjanjikan sesuatu yang membuat mereka mendapat nafkah hidup dari pertunjukan ini. Yang pasti mereka semua hadir dengan penuh semangat dan senyuman. Senyuman karena suatu saat telah berbuat sesuatu untuk budayanya.</p>
<p>PUTRI HIJAU akan diawali dengan senyuman. Semua orang akan tersenyum. Dan kini tugas saya sebagai nahkoda adalah menyakinkan kapal akan sampai tujuan dengan selamat. Walau badai dan guncangan menghantam, saya yakinkan semuanya tidak akan apa-apa. Kalau saja saya sempat panik maka kapal itu akan tenggelam. Kapal itu tidak boleh tenggelam. Saya yakinkan diri saya sendiri bahwa saya adalah nahkoda yang baik dan cekatan.</p>
<p>Semua benih yang telah terkumpul adalah aset budaya Karo. Mungkin mereka adalah sebagian kecil dari banyak generasi muda Karo. Tapi bagaimana budaya Karo suatu saat nanti terletak di tangan mereka. Benih yang punya potensi tentu saja. Sementara saya hanya pemrakarsa atau hanya wadah fasilitator.</p>
<p>Itu sebabnya semua benih yang telah mendedikasikan hidupnya untuk budaya mari kita dukung dalam hikmat Karo Simalem.</p>
<p>Bujur ras Mejuah-juah kita kerina!</p>
<p>Sumur Batu, 9 Juli 2009  ditulis saat pukul 2.11 dini hari.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/274/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/274/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=274&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/07/08/benah-%e2%80%93-benih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TEGUN LOLO</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/06/04/tegun-lolo/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/06/04/tegun-lolo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 13:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluh hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Dengan berakhirnya episode terakhir sinteron Karo NANDE RUDANG tadi sore, maka kami Tim Produksi &#8216;Nande Rudang&#8217; TVRI Jakarta bekerjasama dengan TVRI Sumatera Utara berikut ARON ARTS sebagai media promosi resmi mengucapkan banyak terima kasih untuk semua perhatian yang telah diberikan juga kritik dan saran yang membangun kami untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=270&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan berakhirnya episode terakhir sinteron Karo NANDE RUDANG tadi sore, maka kami Tim Produksi &#8216;Nande Rudang&#8217; TVRI Jakarta bekerjasama dengan TVRI Sumatera Utara berikut ARON ARTS sebagai media promosi resmi mengucapkan banyak terima kasih untuk semua perhatian yang telah diberikan juga kritik dan saran yang membangun kami untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Kami mohon maaf jika memang ada yang tidak berkenan di hati. Semoga yang sudah disaksikan bisa dimaklumi.</p>
<div style="text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<span style="font-weight:bold;">&#8212;</span></div>
<div style="text-align:center;"><span style="font-weight:bold;">Sebuah Ide Cerita<br />
Produser Simson Tarigan</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">Berdasarkan kisah nyata</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">Sinetron Karo</span></p>
<p><span style="font-size:large;"><span style="font-weight:bold;">TEGUN  LOLO</span></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">karya cerita Joey Bangun</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;font-family:bookman old style,new york,times,serif;">&#8220;Seorang wanita harus menatap takdirnya ditinggal pergi suami tercinta untuk selamanya. Dia harus berjuang demi membesarkan anak-anaknya. Yang mereka tahu kalau takdir mereka adalah Tegun Lolo.&#8221; </span></p>
<p><span style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;">Produksi bersama</span><br style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;" /> <span style="color:#0080ff;font-weight:bold;font-family:bookman old style,new york,times,serif;">TVRI</span><span style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;"><span style="color:#ff0000;"> <span style="font-weight:bold;">Jakarta</span></span> &#8211; </span><span style="color:#0080ff;font-weight:bold;font-family:bookman old style,new york,times,serif;">TVRI</span><span style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;font-weight:bold;"><span style="color:#0080ff;"> </span> <span style="color:#ff0000;">Sumut</span></span><br style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;" /> <span style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;">Nopember 2009</span><br style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;" /></p>
<p>Segera di TVRI!</p>
<p><br style="font-weight:bold;" /> <span style="font-weight:bold;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</span></p>
<p><span style="font-weight:bold;">&#8220;Tegun Lolo adalah kisah nyata kehidupan keluarga saya. Bagaimana Nande kami memperjuangkan kehidupan kami anak-anaknya seorang diri. Hingga kelak kami akan menjadi orang berguna. Itu sebabnya saya akan begitu mnghayati cerita ini saat menulisnya nanti.&#8221;</span><br />
<span style="font-family:bookman old style,new york,times,serif;"> </span><span style="font-weight:bold;font-family:bookman old style,new york,times,serif;">JOEY BANGUN seperti ditulis di www.joeybangun.com</span></div>
<p><span style="color:#000000;"><a rel="nofollow" href="mailto:arontainment@yahoo.com" target="_blank"><br />
</a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/270/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/270/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=270&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/06/04/tegun-lolo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Mencintaimu</title>
		<link>http://joeybangun.wordpress.com/2009/02/08/untuk-mencintaimu/</link>
		<comments>http://joeybangun.wordpress.com/2009/02/08/untuk-mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 10:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>joeybangun</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peluh hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joeybangun.wordpress.com/?p=263</guid>
		<description><![CDATA[Inilah ungkapan hatiku yang kuberikan untukmu. Kupersembahkan untukmu sebuah simfoni “Untuk Mencintaimu” dari Seventeen. apa yang harus aku lakukan untuk membuat kau mencintaiku segala upaya tlah kulakukan untukmu apa yang harus aku temukan untuk membuat kau menyayangiku inilah aku yang memilih kau untukku reff: karna aku mencintaimu dan hatiku hanya untukmu tak akan menyerah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=263&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-262" title="love1" src="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/02/love1.jpg?w=470" alt="love1"   /></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">Inilah ungkapan hatiku yang kuberikan untukmu. Kupersembahkan untukmu sebuah simfoni “Untuk Mencintaimu” dari Seventeen.</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">apa yang harus aku lakukan<br />
untuk membuat kau mencintaiku<br />
segala upaya tlah kulakukan untukmu</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">apa yang harus aku temukan<br />
untuk membuat kau menyayangiku<br />
inilah aku yang memilih kau untukku</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">reff:<br />
karna aku mencintaimu<br />
dan hatiku hanya untukmu<br />
tak akan menyerah<br />
dan takkan berhenti mencintaimu</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">ku berjuang dalam hidupku<br />
untuk selalu memilikimu<br />
seumur hidupku, setulus hatiku<br />
hanya untukmu</span>
</p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">repeat reff</span></p>
<p style="line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;" lang="IN">seumur hidupku, setulus hatiku</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/joeybangun.wordpress.com/263/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/joeybangun.wordpress.com/263/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=joeybangun.wordpress.com&amp;blog=2479499&amp;post=263&amp;subd=joeybangun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joeybangun.wordpress.com/2009/02/08/untuk-mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/984531edd1919dd9fb37164f883c92c9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joeybangun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://joeybangun.files.wordpress.com/2009/02/love1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">love1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
