Terima kasih telah bersedia singgah di website saya. Jika berkenan silahkan tinggalkan komentar anda. Sebelumnya isi dulu nama dan email anda dibawah ini.
Yahhh udah keduluan bang.. jadi aku kedua dehh yang ngasih komen..
Hmm.. websitenya kok sama kaya yang di wordpress? Apa emang sama?
Ehmmm… overall aku suka kok tulisannya abang.. Ide-idenya cukup orisinil kok.. Cuma berhubung banyak yang bertema Karo, aku jadi agak tidak nyambung.. hehe..
Oke Bang, kayanya masih sederhana bgt yah websitenya.. Jadi masih bisa dibagusin dongg.. Hehehe… Ditunggu lho! Tapi jangan lupa kasih tau kalo udah oke. Okey??
Inget ya Bang, 10 TAHUN! Dijamin aku gak akan meninggal dulu dehh.. Hihihi…
Kakak bangga dengan wajah wajah muda Karo yang kreatif dan berjuang untuk mencapai lebih baik.
Kam sudah berhasil membuat sesuatu yang baik maka hal itu hanya akan menjdi lebih baik ,,,
Salam manis dari kakakndu yang berada di kincir angin..
Mas Joey…saya mo nitip info ya.
Komunitas Tombo Ati akan pentas Lebedinaya Pesna karya Anton P. Chekov tanggal 10-11 Mei 2008 di Plaza Theatre Jombang-Jatim. Juga ada diskusi teater dengan pembicara Halim HD. Makasih ya Mas…
Ternyata banyak orang karo yang jadi orang2 hebat yach………
Btw, weni suka bgt dengan info2nya yang membahas tentang karo….coz I like to be Karonese although my mom is Javanese. Kalau bisa diperbanyak ya bang info tentang karo.
Oke juga semangat berkarya seninya. semoga tetap tak luntur oleh zaman yang bersifat materialistis semata.
Titip info yach.
Teater Gress Surabaya yang aku pimpin segera mementaskan drama komedi ” PINANGAN ” naskah karya Anton Chekov dengan sutradara Muh. Abduh Abbas pada tanggal 23 Agustus 2008 jam 19.30 di Gedung Srimulat ( Belakang Hi-Tech Mall ) Surabaya. Gratisss…..
Mejuah-juah Joey..
Ada kemajuan nih… kelihatannya. Gundari enggo ka banci ngoge karya-karyandu dengan lebih mudah. Karena memang seni adalah nafas-ndu… maju terus. GBU! Dari mia Stanza (kamarku) di Roma. Jack Ginting
komen apa ya…
tampilan web-nya aja jo, konsepnya hrs disesuaikn dgn kbtuhan sub title nya…
tp dah mantap jg kok yg ini…
kek gini kan enak, ada kawan yg ‘famous’…
sukses ya jo..!
Saya salut dengan Joy Bangun, ia berani menjadi dirinya sendiri ( lihat back ground sebelumnya, pendidikan apa yang ditempuhnya ), seandainya banyak masyarakat Karo merubah pola pikir seperti Joy, mungkin kita bisa lebih maju lagi.Terlalu banyak energi dan biaya yang kita habiskan untuk menjadi “seperti diri orang lain” ( mengejar status, gelar,dll ), padahal kita harus menjadi diri kita sendiri, disinilah permasalahan terbesar masyarakat Karo saat ini,kita tidak mengenal diri kita sendiri, la sitandai man banta ise kita, kai talenta sibereken Dibata man banta, kita tidak punya jati diri, ikut ikuten. Andiko alena. Ronal Tarigan, Prabumulih Sumatera Selatan
mejuah juah
maju budaya karo
ula kita mela memajuken budaya bas jelma sinterem
ras mbue gerasi penerus ula kita lupa ngajari ca
bng joey tolong kam maju kan terus budaya karo
saran saya sih bagenda pal… banlah situs lebih resmi termasuk pemilihan domain, keyword klo bisa terdiri dari 2 bahasa. indonesia dan inggris, saya sih berharap biar bisa mendunia aja karna kebudayaan itu seni dan seni itu kebutuhan dunia.. semangat pal
Mejuah-juah,
saya sungguh bangga dan terharu ada seorang pemuda yang peduli kepada asal-usulnya, saya orang jawa menikah dengan seorang pemuda karo dan telah mempunyai seorang anak, pemuda yang gagah sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi dan menyukai musik. Saya tercambuk ketika membaca puisi sdr tentang topeng karo, hati ini seperti tersentil karena suami dan anak saya tak bisa berbahasa karo hanya bangga mengenakan nama marganya, terima kasih telah memberi saya kekayaan pengetahuan tentang budaya karo.
bagus aja…
nanti2lah untuk koment yg lbh lengkap:-)
salam
siregar, erwin
April 2, 2008 pada 10:06 pm
Saran: Snapshots-nya dimatiin aja.
April 3, 2008 pada 9:25 am
Yahhh udah keduluan bang.. jadi aku kedua dehh yang ngasih komen..
Hmm.. websitenya kok sama kaya yang di wordpress? Apa emang sama?
Ehmmm… overall aku suka kok tulisannya abang.. Ide-idenya cukup orisinil kok.. Cuma berhubung banyak yang bertema Karo, aku jadi agak tidak nyambung.. hehe..
Oke Bang, kayanya masih sederhana bgt yah websitenya.. Jadi masih bisa dibagusin dongg.. Hehehe… Ditunggu lho! Tapi jangan lupa kasih tau kalo udah oke. Okey??
Inget ya Bang, 10 TAHUN! Dijamin aku gak akan meninggal dulu dehh.. Hihihi…
April 3, 2008 pada 10:13 am
Mejuah juah,
Kakak bangga dengan wajah wajah muda Karo yang kreatif dan berjuang untuk mencapai lebih baik.
Kam sudah berhasil membuat sesuatu yang baik maka hal itu hanya akan menjdi lebih baik ,,,
Salam manis dari kakakndu yang berada di kincir angin..
April 3, 2008 pada 7:20 pm
salam kenal……..
April 6, 2008 pada 2:26 pm
mejuah-juah,
ngarap kami erbuena info kerna kuta kemulihenta i tampilken ndu ijenda…bujur pal
April 8, 2008 pada 6:12 am
Mejuah-juah senina,
Ternyata selama ini saya berkenalaan dengan orang yang “CUKUP HEBAT”. he..
Permata khusus nya di klasis Jak-Pal bangga punya Joey Bangun.
Tetap berkarya bang…
PS. bang, next time kl minta tolang boleh yah,….
April 9, 2008 pada 9:29 am
Mejuah – juah …
Hebat bang joy, “art is my blood” benar2 salut buat perjuangannya terutama dalam kelestarian dan kemajuan budaya karo.
Semoga sukses senantiasa.
Bujur
April 11, 2008 pada 7:55 am
Salam hangat dari Jombang-Jatim
Mas Joey…saya mo nitip info ya.
Komunitas Tombo Ati akan pentas Lebedinaya Pesna karya Anton P. Chekov tanggal 10-11 Mei 2008 di Plaza Theatre Jombang-Jatim. Juga ada diskusi teater dengan pembicara Halim HD. Makasih ya Mas…
Salam,
Keluarga Kecil Komunitas Tombo Ati
Mei 8, 2008 pada 7:59 am
Mejuah-juah ma nangin……
Ternyata banyak orang karo yang jadi orang2 hebat yach………
Btw, weni suka bgt dengan info2nya yang membahas tentang karo….coz I like to be Karonese although my mom is Javanese. Kalau bisa diperbanyak ya bang info tentang karo.
Wenina br Purba
Mei 14, 2008 pada 1:37 am
mejuah2 pa joy..hehehe..aku panggil pak ^_^
buatin rum khusus orang karo dong..biar bisa kenalan n belajar bahasa n adat karo bareng gt pak
yayayaya..pliiisss…uwe ningen pa
hohohohoho
gbu
Mei 31, 2008 pada 3:33 am
Oke juga semangat berkarya seninya. semoga tetap tak luntur oleh zaman yang bersifat materialistis semata.
Titip info yach.
Teater Gress Surabaya yang aku pimpin segera mementaskan drama komedi ” PINANGAN ” naskah karya Anton Chekov dengan sutradara Muh. Abduh Abbas pada tanggal 23 Agustus 2008 jam 19.30 di Gedung Srimulat ( Belakang Hi-Tech Mall ) Surabaya. Gratisss…..
salam
Muhabba Putra
abduh_dubbingjtv@yahoo.com
Juni 2, 2008 pada 7:07 am
Uga brother..
lama tak berjumpa…
bgemana kbr?
Bro..
sebelumnya thx ya ud di kirimin lagu GBKP si malemnya..
Tuhan Berkati..
Juni 30, 2008 pada 12:51 pm
mejuah-juah bang….moga sukses pementasan teater pawang ternalem
Agustus 27, 2008 pada 9:32 am
salam kenal untuk kesekian kalinya…he…he….
ula laith-latih bang memperjuankan budayanta
Agustus 27, 2008 pada 9:34 am
Mejuah-juah Joey..
Ada kemajuan nih… kelihatannya. Gundari enggo ka banci ngoge karya-karyandu dengan lebih mudah. Karena memang seni adalah nafas-ndu… maju terus. GBU! Dari mia Stanza (kamarku) di Roma. Jack Ginting
Oktober 7, 2008 pada 12:16 pm
komen apa ya…
tampilan web-nya aja jo, konsepnya hrs disesuaikn dgn kbtuhan sub title nya…
tp dah mantap jg kok yg ini…
kek gini kan enak, ada kawan yg ‘famous’…
sukses ya jo..!
Oktober 24, 2008 pada 4:15 pm
kam salah sada kbanggaan klk karo terlebih aq
Desember 10, 2008 pada 2:15 pm
mjj
Desember 10, 2008 pada 2:20 pm
Saya salut dengan Joy Bangun, ia berani menjadi dirinya sendiri ( lihat back ground sebelumnya, pendidikan apa yang ditempuhnya ), seandainya banyak masyarakat Karo merubah pola pikir seperti Joy, mungkin kita bisa lebih maju lagi.Terlalu banyak energi dan biaya yang kita habiskan untuk menjadi “seperti diri orang lain” ( mengejar status, gelar,dll ), padahal kita harus menjadi diri kita sendiri, disinilah permasalahan terbesar masyarakat Karo saat ini,kita tidak mengenal diri kita sendiri, la sitandai man banta ise kita, kai talenta sibereken Dibata man banta, kita tidak punya jati diri, ikut ikuten. Andiko alena. Ronal Tarigan, Prabumulih Sumatera Selatan
Desember 31, 2008 pada 10:17 am
Joey…..Selamat ya ibas kam berkarya…maju terus….
Februari 23, 2009 pada 6:35 am
terus berkarya……….kebudayaan karo masih sangat dalam …….terus digali………lagi….dan lagi….
Mei 22, 2009 pada 11:46 am
joey….gimana kalau kita angkat budaya ndikar karo….yang sekarang sudah tidak pernah lagi terlihat.
Mei 22, 2009 pada 11:49 am
mejuah juah
maju budaya karo
ula kita mela memajuken budaya bas jelma sinterem
ras mbue gerasi penerus ula kita lupa ngajari ca
bng joey tolong kam maju kan terus budaya karo
Juni 17, 2009 pada 2:42 pm
salam kenal, bang. salut aja ada yang tetep angkat kebudayaan lokal, banyak yang hilang dari nilai lokal kita bang, horas
Juli 13, 2009 pada 5:36 am
Mejuah-juah Bg joey…!!!
salam kenal man abg.
salut atas perjuangan bg sebagai salah satu seniman karo yang tetap mau memperjuangkan budaya karo.
Bg q juga da rencana pada Akhir Tahun ni ingin membuat suatu kegiatan budaya n olahraga yang mempersatukan seluruh rakyat karo di tanah karo.
rencana aku ini adalah membwa nama ikatan mahasiswa karo.
mohon arahan dari abang krn bg kan da sering membuat kegiatan seperti ini??
mhn bls ke email aku ya bang.
Agustus 4, 2009 pada 7:03 am
pada suatu ketika qt pst bertemu. salut buat joey. aq msh dlm perjalanan sendirian…
Agustus 5, 2009 pada 10:42 pm
Mejuah-juah bang
Januari 14, 2010 pada 5:37 am
mejuah-juah bang,,.,.
Mei 3, 2010 pada 4:21 am
saran saya sih bagenda pal… banlah situs lebih resmi termasuk pemilihan domain, keyword klo bisa terdiri dari 2 bahasa. indonesia dan inggris, saya sih berharap biar bisa mendunia aja karna kebudayaan itu seni dan seni itu kebutuhan dunia.. semangat pal
Juli 28, 2010 pada 6:41 am
Saranndu tampung kami lebe…
Agustus 25, 2010 pada 4:39 am
Mejuah-juah,
saya sungguh bangga dan terharu ada seorang pemuda yang peduli kepada asal-usulnya, saya orang jawa menikah dengan seorang pemuda karo dan telah mempunyai seorang anak, pemuda yang gagah sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi dan menyukai musik. Saya tercambuk ketika membaca puisi sdr tentang topeng karo, hati ini seperti tersentil karena suami dan anak saya tak bisa berbahasa karo hanya bangga mengenakan nama marganya, terima kasih telah memberi saya kekayaan pengetahuan tentang budaya karo.
Januari 2, 2011 pada 7:50 am
Semoga bukan kakak saja yang tergugah, tapi suami kakak yang orang Karo itu…
Januari 2, 2011 pada 3:56 pm